Saingan Terbesarku: Diriku Sendiri

Ponpesgasek.id – Pernah nggak sih kalian ngerasa hidup tuh gitu-gitu aja? Kayak stuck di tempat, jalan di situ-situ doang, dan berasa nggak maju-maju. Terus pas liat orang lain, kok hidup mereka kayak mulus banget ya? Tenang, kalian nggak sendirian. Penulis juga kadang ngerasain hal yang sama kok.

Ada sebuah data menunjukkan bahwa membandingkan diri sendiri dengan orang lain adalah faktor yang sangat signifikan dalam memicu kecenderungan untuk overthinking, Perilaku ini, yang dikenal sebagai “social comparison” atau perbandingan sosial, sering kali menimbulkan dampak negatif seperti kecemasan, rendah diri, dan perasaan tidak aman. Beberapa faktornya diantaranya adalah pengaruh media sosial yang memicu kita selalu fokus pada kekurangan diri. 

Bro, dunia ini bukan perlombaan, setiap orang punya proses dan jalannya masing-masing. Mengutip kata-kata Najwa Sihab “Nikah muda boleh, nikah umur 30 boleh, mau kuliah dulu juga boleh, mau nikah sambil kuliah juga boleh, yang tidak boleh adalah membandingkan kisah hidupmu dengan orang lain”. Intinya, jalan hidup tiap orang itu beda-beda. Jadi jangan jadikan cerita hidup orang lain sebagai patokan buat hidupmu. Mending fokusin lagi ke diri sendiri ke apa yang kamu punya dan kamu rasain sekarang. Kamu itu berharga banget. Jangan sampai energimu habis cuma buat ngebandingin hidupmu sama orang lain, soalnya itu nggak bakal ada ujungnya.

Oke, sekarang kita mulai rubah pola pikir dan sudut pandang kita, alihkan fokus kita sekarang pada diri sendiri, saingan kita sekarang bukan orang lain, tapi diri kita sendiri. Nabi pernah bersabda : “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, (dan) barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan bahkan, barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.” (HR Al Hakim). 

Hadis ini memberi isyarat bahwa orang yang beruntung (sukses) bukanlah ia yang lebih baik dari orang lain, melainkan ia yang mempunyai progres dalam hidupnya menuju lebih baik setiap harinya. Saingan terbesar kita bukan orang lain, tetapi diri kita diwaktu kemarin, jika kita berhasil menjadi lebih baik daripada diri kita dihari kemarin, berarti kita telah berhasil memenangkan persaingan dengan diri kita sendiri, maka sesuai sabda nabi, inysaAllah kita akan termasuk golongan orang yang beruntung. Akan tetapi jika hari kita lebih buruk dari pada hari kemarin, maka kita termasuk golongan orang yang akan merugi bahkan celaka.

Kalau duniamu lagi berantakan, atau banyak target dan rencana yang nggak sesuai harapan, bahkan kamu lagi kejebak di zona dosa dan ngerasa susah banget buat keluar… inget ya, kawan : Selama kita masih hidup, berarti masih ada kesempatan. Selama kita masih bisa napas, itu tandanya Tuhan masih buka pintu kesempatan selebar-lebarnya buat kita balik. Jangan pernah putus asa dari rahmat-Nya. Mau sebesar apa pun dosamu, sebanyak apa pun salahmu, itu semua nggak ada apa-apanya dibanding luasnya ampunan-Nya. Jatuh lagi? Ya bangkit lagi. Dosa lagi? Tobat lagi. Keulang lagi? Tobat lagi. Intinya, tiap kali kepeleset, balik lagi. Jadikan tobat itu pegangan yang nguatinn imanmu.

Baca juga: Perjalanan Menemukan Pemahaman

Buat yang ngerasa udah jauh dari Allah… yuk, bisa yuk kita balik lagi. Kita mungkin udah kelewat jauh, kebanyakan maksiat bikin hati jadi gelap, pikiran sumpek, dan hidup berasa nggak berkah. Tapi tenang, seburuk apa pun kondisi kita sekarang, selama kita masih mau tobat dan pelan-pelan benerin diri, Allah itu nggak pernah capek nerima kita. Dia selalu “nungguin”, dan pintu ampunan-Nya kebuka lebar buat siapa pun yang mau pulang. Kadang kita minder liat orang-orang yang ibadahnya rapi, istiqamahnya keren. Ngerasa, “Gue nggak akan nyampe level mereka.” Nggak apa-apa. Kita nggak harus langsung jadi sempurna. Yang penting, jangan berhenti jalan. Kalau kamu belum sanggup “bersaing” sama orang-orang sholeh dalam hal ketaatan, bersaing aja dulu sama diri kamu yang kemarin. Karena musuh terbesar kita seringnya bukan orang lain tapi versi malas dan lalai dari diri sendiri. Saingan kita itu: diri kita sendiri, bukan orang lain.

Jadi targetnya sederhana:
Hari ini lebih baik dari kemarin.
Lebih jaga iman, jaga pandangan, jaga sholat,jaga ucapan dan lebih banyak minta ampun pada Allah SWT.

Kalau hari ini kamu berhasil selangkah lebih taat daripada kemarin, itu udah menang. Dan orang yang menang lawan dirinya sendiri itulah yang beneran termasuk orang-orang beruntung. Pelan-pelan aja, yang penting konsisten. Karena dalam perjalanan pulang, yang Allah liat bukan siapa yang paling cepat… tapi siapa yang nggak berhenti.

Penulis: Fauzan Sidik