09/12/2022

Ponpes Sabilurrosyad Gasek

Khidmah Konten dari Pesantren

Pandemi dan Semangat Generasi Muda dalam Menjaga Keutuhan NKRI

Ponpesgasek.id—Beberapa tahun ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan datangnya Pandemi Covid 19 yang menurut informasi (sangat berbahaya) tetapi juga banyak yang sama sekali tidak percaya terhadap Virus Corona ini. Karena banyaknya spekulai-spekulasi yang berseberangan dengan pemerintah yang beranggapan bahwa virus corona ini tidak ada atau dibuat-buat (rekayasa pemerintah). Dilansir dari laman Merdek a.com, Presiden Joko Widodo berspekulasi, “Kasus Virus Corona di Indonesia terungkap usai ada laporan warga negara jepang dinyatakan positif. Masalahnya, WN Jepang ini baru saja berkunjung ke Indonesia” ujar beliau. Mungkin sejak kabar itulah pemerintah langsung menelusuri siapa saja yang sudah atau sedang kontak dengan WN tersebut dan segera dilakukan tindakan represif. Bukan tidak mungkin karena itulah banyak para elit-elit besar yang berspekulasi macam-macam dan sedikit mengganggu kenyamanan masyarakat Indonesia. Banyak sektor-sektor yang dirugikan  dan menghambat elektabilitas masyarakat seperti disektor Ekonomi, Politik, Pendidikan dan pertahanan negara juga disiksa dengan datangnya virus ini.

Dari beberapa masalah yang sudah disebutkan oleh penulis diatas, menjaga keutuhan Negara adalah hal yang penting guna menstabilkan kehidupan masyarakat yang sudah banyak terpengaruh statement-statement tidak jelas dari para elit-elit tersebut. Indonesia khususnya yang ber-Ideologikan Pancasila dalam hal menjaga keutuhan NKRI wajib hukumnya sebagai masyarakat Indonesia harus bisa saling menjaga dan lebih waspada terhadap ancaman asing yang ingin memecah belah Indonesia. Rakyat harus bersatu bergotong-royong untuk menghadapi ancaman-ancaman tersebut, meskipun banyak perbedaan ras,suku, budaya,dan agama rakyat Indonesia harus tetap menjaga kesatuan dan persatuan dengan sikap saling menghargai dan juga memaksimalkan rasa kebersamaan antara berbagai sector tersebut agar tercapainya Keamanan dan Kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bagaimanapun keutuhan sebuah Negara dapat dapat dikatakan baik jika hubungan masyarakat, pemerintahanya dan juga keamanan Negara dapat tetap ikut andil dalam membersamai keutuhan Negara ini, oleh karena itu semua Negara tentu berusaha untuk menjaga sebuah negaranya agar tetap bisa menjadi Negara maju dan  tetap bersatu-padu demi terciptanya stabilitas nasional khususnya NKRI. Dengan menjaga keutuhan NKRI kita bisa mengaplikasikan dalam diri kita masing-masing agar lebih mencintai tanah air Indonesia dengan rajin belajar guna menguasai ilmu pengetahuan untuk kita dedikasikan kepada Negara Indonesia. Menjaga kesatuan dan persatuan perlu kita pahami & terapkan juga dalam kehidupan kita apalagi disuasana Pandemi Covid-19 ini masyarakat mulai sedikit tergoncang karena berbagai sector menjadi lumpuh, sudah tugas kita sebagai generasi muda yang katanya sebagai Agent of change, Agent of development, Agent of modernization dan sebagainya, dapat membawa perubahan untuk membersamai masyarakat kearah yang lebih baik dengan saling memotivasi mendorong agar terciptanya kemajuan dan mulai bergerak untuk memulai perubahan.

Menurut penulis, Agen Perubahan (Agent of Change, Agent of development, Agent of modernization) dapat  diartikan sebagai seseorang yang mempunyai keinginan kuat untuk merubah suatu sitem-sistem yang sudah tidak cocok dalam suatu zaman melalui ide-ide kreativnya, perubahan sosial dinegara Indonesia khususnya sudah terjadi beberapa waktu ini (Modernisasi) dari masyarakat tradisional ke modern. Ada beberapa efek dalam terjadinya Modernisasi ini yakni Negatif dan Positif, efek negatif salah satunya yaitu budaya dalam negri mulai tergeser yang mengakibatkan cepat masuknya budaya barat tanpa adanya filterisasi dari pihak yang bertanggung jawab, selanjutnya masyarakat mulai mengedepankan sifat Individualisme nya tanpa kita sadari itu sudah terjadi dimasyarakat perkotaan. Munculnya sifat ini dikarenakan budaya Hedonisme sudah berkembang yang tujuanya memenuhi Kesenangan/Nafsu bukan Kebutuhan primer,  maka semakin banyak yang mementingkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan lingkungan sekitar. Efek positif dari Modernisasi ini salah satunya semakin cepat berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan yang dibawa dari Negara maju untuk kita manfaatkan sehingga berdampak pada kemajuan dibeberapa sektor yakni Teknologi, sosial dan juga pembangunan.

Bagaiamana sikap kita terhadap peristiwa diatas? Menjadi agen perubahan dalam era 5.0 ini sudah bisa dikatakan wajib untuk generasi muda. Karena dalam perkembangan zaman kewajiban mempelajari apapun sudah bisa diakses dengan mudah dalam hal ekonomi, politik, ataupun teknologi. Teknologi berubah sangat cepat yang mengharuskan kita dapat menyesuaikannya karena jika kita tetap terbelenggu dengan system-sistem terdahulu (gaptek) akan menjadi budak sistem diera globalisasi ini. Disini saya memberikan contoh hewan bunglon yang mana kulitnya akan tiba-tiba berubah menyesuaikan suasana hati dan lingkungan sekitarnya. Jika kita relasikan dengan contoh diatas adalah menjadi generasi muda harus menguasai dan  mempunyai sifat cerdas, cepat, tanggap dalam menentukan sikap ketika zaman membutuhkan dalam kondisi apapun harus siap. Sudah bukan gelar/title yang dibutuhkan tetapi kemampuan dan kekreativitasan kita dalam explore pengetahuan di era digitalisasi ini khususnya.

Bukan untuk menakut-nakuti akan itu tapi memang adanya seperti itu yang mengharuskan kita bersaing dengan para pejuang-pejuang untuk perubahan Indonesia kedepannya. Sudah menjadi PR kita sejak dini belajar mengembangkan diri kita ke lingkup yang lebih besar bukan hanya dibangku sekolah saja , dimanapun tempat ketika kita mendapatkan proses pengembangan diri dalam hal meningkatkan kualitas diri kita itu adalah salah satu proses sesungguhnya, dan mencoba hal-hal baru demi peningkatan kualitas diri , khususnya dalam rangka menjaga keutuhan  NKRI.

Oleh karena itu mari kita merefleksi perjuangan-perjuangan pahlawan terdahulu yang sudah berjuang dengan seluruh tumpah darah dan jiwa raganya memperjuangkan Indonesia dan sekarang giliran kita sebagai generasi muda Indonesia dapat melanjutkan perjuangan itu dengan cara kita sendiri demi terciptanya keutuhan NKRI, dengan menguasai IPTEK diera Modernisasi akan lebih membantu generasi muda untuk lebih peka terhadap lingkungan dan juga sudah semestinya menggunakan IPTEK tersebut untuk lebih meningkatkan kekreativitasanya dalam rangka membangun dan menjaga NKRI serta masyarakat modern ke era yang lebih baik. Meskipun dengan adanya Pandemi Covid 19 ini yang sedikit menghambat pergerakan diberbagai sector, bukan sebuah halangan jika kita mau maju bersama-sama dibarengi dengan rasa kesatuan dan persatuan mengedepankan sifat toleransi,solidaritas dan setia kawan antar rakyat, demi menjaga keutuhan NKRI supaya tidak terpecah-belah oleh hal-hal yang bersifat merugikan Negara sendiri.

 

Pewarta: M Kail Al-Wafi

-Mahasiswa Kampus Mengajar II | SD N 04 Sarongan Banyuwangi