09/12/2022

Ponpes Sabilurrosyad Gasek

Khidmah Konten dari Pesantren

Pemilur Raya Gasek, Wujudkan Demokrasi Damai

(Dok: gasmul)

Ponpesgasek.id—Pondok pesantren sabilurrasyad gasek Malang, telah mengadakan pemilihan lurah raya di Masjid Nur Ahmad (gasek). Dilakukan selama dua hari, Sabtu—Ahad (30-31/10/2021). Pemilihan lurah pondok ini bercita rasa seperti pemilihan kepala daerah (pilkada).

Berdasarkan jumlah suara putra kehadiran 182 yang terdaftar dari 200 golput dalam daftar pemilih tetap menggunakan hak suaranya dalam proses pemilihan yang berlangsung dan rahasia. Mereka adalah para santri dari tingkatan mahasiswa dan dewan guru pondok sabilurrasyad gasek.

Jumlah suara putri terdiri online 105, offline 217. Sedangkan yang golput sejumlah 20 suara.

Adapun calon lurah pondok sabilurrasyad gasek, yaitu: a. Ulum, Amjad, Wahib, dan Warsidi. Sedangkan calon lurah Putri, yaitu Khotimatul Husna, Ummu Lailatul Fitria, Tazkia Nur Azalia, Wardatul Marhamah, dan Mar’atus Sholihah.

Sementara panelis komisi pemilihan lurah, yaitu gus Kafa Ainul Azis, gus Muhammad Aminuddin, Achmad Sirojul Munir, dan ustad Mahbub Kholiduzzen.

Komisi pemilihan lurah raya ini dilaksanakan pukul 21.00 wib yang diawali hari pertama yaitu orasi dengan pemaparan visi dan misi setiap kandidat, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Sedangkan dihari kedua, dilaksanakannya pencoblosan dan perhitungan suara. Perhitungan suara dihadiri saksi dari perwakilan santri putra.

Pemungutan suara yang diikuti oleh santri pondok pesantren sabilurrasyad gasek ini, dengan secara bergantian untuk mencoblos dari masing-masing kandidat tersebut.

Adapun saran dari lurah lama pondok pesantren sabilurrasyad gasek, “Lurah  tahun depan bisa leboh baik. Semoga dengan lurah yang baru bisa membangkitkan gairah pondok pesantren sabilurrosyad”. Ujar kang Deky.

Kemudian Para santri sabilurrasyad gasek, dapat menentukan siapa lurah yang terpilih serta dapat menyesuaikan sesuai dengan visi dan misi para kandidat.

Kegiatan komisi pemilihan lurah baru ini dapat memberikan edukasi mengenai pesta demokrasi santri gasek. Sehingga, bila nanti mereka sudah memliki hak pilih untuk memberikan suara yang lebih tinggi tanpa menekankan suara golput.

Lantas, siapakah lurah yang terpilih?

Yaitu, Abdullah Amjad Al-Fairu Zabadi dengan perolehan 63 suara dari 175 suara. Sedangkan, lurah putri yang terpilih yaitu Tazkia Nur Azalia dengan perolehan 107 suara dari 322 suara, telah terpilih menjadi lurah pondok pesantren Sabilurrasyad Gasek.

Sementara itu, pesan yang disampaikan oleh lurah terpilih bahwa pondok pesantren ini milik kita bersama, semua bagian dari keluarga. Jika kita sebagai keluarga, maka hendaknya saling menjaga nama baik pondok. Kedua, nama lurah dan santri.

“Kita harus bisa saling mengingatkan satu sama lain,” imbuhnya

Namun dari hasil lurah terpilih, kini belum dinyatakan sah menjadi lurah. Akan tetapi, hasil tersebut masih disowankan ke Ndalem untuk dipertimbangkan dari segi fisik atau non fisiknya. Dan pengumuman resmi akan diumumkan dikemudian hari.

Acara dilanjutkan dengan penutup serta do’a dan makan bersama ala santri gasek.

Pewarta: Ikbar Zakariya