Ponpesgasek.id – Hari ini menjadi momentum yang penuh rasa syukur bagi seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Kota Malang. Pengasuh kami, teladan kami, sekaligus murobbi ruuhinaa kami, Abah KH. Marzuqi Mustamar, genap memasuki usia ke-60 tahun.
Enam puluh tahun bukan sekadar angka yang bertambah, tetapi perjalanan panjang yang telah dipenuhi dengan ilmu, pengalaman, pengabdian, perjuangan, serta doa. Di usia yang telah memasuki kepala enam ini, Abah tidak hanya menghadirkan pencerahan melalui keluasan wawasan dan kedalaman ilmu agama, tetapi juga menjadi sumber keberkahan bagi kami, para santri Gasek.
Sosok yang tidak pernah lelah mengajar, membimbing, dan mendidik para santri. Sosok yang tidak pernah mengenal kata berhenti dalam berdakwah, bahkan hingga ke berbagai pelosok negeri. Langkah-langkah itu menjadi bukti bahwa dakwah bagi Abah bukan sekadar aktivitas, melainkan suatu bentuk nyata dari pengabdian dan ketulusan hati dalam membimbing umat menuju jalan kebaikan.
Sebagian orang mungkin menganggap usia 60 tahun sebagai masa untuk mulai mengurangi aktivitas, memperlambat langkah, dan memperbanyak waktu beristirahat. Namun, bagi Abah, usia justru seolah menjadi sumber kematangan sekaligus kekuatan untuk terus mengabdi. Semakin bertambah usia, semakin kuat semangat beliau mengajar ngaji. Semakin renta langkah beliau, semakin luas perjalanan dakwahnya. Semakin bertambah umur, semakin besar pula tanggung jawab yang beliau pikul untuk umat.
Di sinilah tafaqquh fiddin—kedalaman dalam memahami agama—berpadu dengan semangat menyebarkan ilmu. Keduanya menjadi kekuatan yang utuh dalam diri seorang guru yang tidak hanya memahami ilmu, tetapi juga berusaha menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam perjalanan panjang memimpin pesantren dan membimbing umat, usia 60 tahun bukanlah tanda untuk berhenti berkarya. Justru di usia ini, pengalaman, keluasan ilmu, dan kematangan jiwa bertemu menjadi sebuah kebijaksanaan. Setiap nasihat lahir dari pengalaman, setiap keputusan dipertimbangkan dengan kemaslahatan, dan setiap langkah ditempuh dengan ketenangan serta tanggung jawab.
Hal itu pula yang senantiasa kami rasakan dari Abah. Beliau tidak pernah lelah menyampaikan nasihat kepada para santri, masyarakat, bahkan kepada siapa pun yang membutuhkan bimbingan dan arahan. Selama sesuatu itu mengarah kepada kebaikan dan kemaslahatan umat, Abah akan menyampaikannya dengan keberanian dan keteguhan, tanpa memandang siapa yang di hadapannya, bahkan kepada para pejabat pemerintahan sekalipun. Abah adalah nahkoda yang tangguh, membawa bahtera pesantren dan umat melintasi arus zaman dengan tetap kokoh memegang nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah
Selamat ulang tahun yang ke-60 Abah KH. Marzuqi Mustamar, Guru kami, Orang tua kami. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, umur yang panjang dan berkah, serta kekuatan lahir dan batin untuk terus membimbing kami para santri di jalan yang Allah ridhai. Terima kasih atas segala tetesan keringat, waktu, dan doa yang selalu Abah panjatkan demi keselamatan dan kesuksesan kami para santri. Semoga kita semua dapat diakui menjadi santri beliau, dan mendapatkan manfaat serta barokah dari ilmu-ilmu beliau.
Penulis : Fauzan Sidik


baca juga
Biografi KH Abdul Aziz Husein
Biografi K.H. Moh. Murtadlo Amin: Pengasuh Pesantren Sabilurrosyad
Biografi KH Marzuqi Mustamar: Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad