(Foto. Gasek Multimedia)
Ponpesgasek.id – Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang, Dr. KH Marzuqi Mustamar, M.Ag., menegaskan pentingnya mendidik generasi muda dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang berorientasi pada masa depan. Hal ini disampaikan dalam mauidzah hasanah pada acara Pelepasan Peserta Didik SMP-SMA Islam Sabilurrosyad Tahun Ajaran 2025/2026 di Aula SMKN 2 Malang, Senin (1/6/2026).
Merujuk pada kalimat hikmah islami, Kyai Marzuqi menyampaikan bahwa anak-anak harus dibekali dengan berbagai keahlian dan pengetahuan teknologi agar siap menghadapi tantangan zaman mereka sendiri, bukan zaman orang tuanya. Menurut beliau, sistem pendidikan nasional dan lembaga pendidikan di bawah naungan pesantren harus jeli melihat prospek 20 tahun ke depan yang diprediksi akan serba digital dan berbasis robotik.
“Kalau kita mendidik anak hanya dengan cara-cara manual tanpa mengenalkan teknologi, mereka bisa menganggur di masa depan saat semuanya sudah menggunakan robot,” ujar Abah Yai Marzuqi, sapaan akrab beliau di kalangan santrinya.
Kyai Marzuqi juga menyoroti realitas global saat ini, di mana batas antarnegara semakin menipis. Beliau mencontohkan maraknya tenaga kerja asing akibat keterbatasan sumber daya manusia (SDM) lokal yang menguasai keahlian khusus. Oleh karena itu, beliau mendorong agar santri-santri Gasek tidak hanya dibekali kemampuan bahasa Arab dan Inggris, tetapi juga bahasa asing lainnya seperti bahasa Jepang dan Jerman demi mengejar peluang beasiswa internasional (LPDP) ke luar negeri.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa penguasaan teknologi dan pencapaian akademik global ini harus berjalan beriringan dengan ideologi kebangsaan serta benteng keimanan yang kokoh.
“Kita yang berideologi NKRI harga mati yang mengambil peluang beasiswa dan membawa kemajuan itu. Di satu sisi mengejar dunia, di sisi lain tetap menyelamatkan iman melalui amalan-amalan pesantren,” dawuh Kyai Marzuqi.
Dalam konsep Nahdlatul Ulama, Kyai Marzuqi merangkumnya ke dalam prinsip al-muhafazhatu ‘alal qadimis shalih wal akhdu bil jadidil aslah—yaitu tetap berkomitmen menjaga nilai-nilai lama yang masih baik, sekaligus mengambil teknologi modern agar mampu menjadi agen perubahan.
Di akhir ceramahnya, Kyai Marzuqi mendoakan dan memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan SMP dan SMA Islam Sabilurrosyad yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik yang melanjutkan di dalam lingkungan Ponpes Gasek maupun di tempat baru.


baca juga
SMP-SMA Islam Sabilurrosyad Sukses Gelar Pelepasan Siswa Tahun Ajaran 2025/2026
Gandeng Gasek Multimedia, Pondok Bani Mujahid Cetak Santri Sadar Konten Positif
Soroti Mutu Pendidikan Hingga Etika Penggunaan AI di Era Post-Truth, Santri Gasek Ikuti Pelatihan Jurnalistik