09/12/2022

Ponpes Sabilurrosyad Gasek

Khidmah Konten dari Pesantren

Jelang Pemilu Raya, Tiga Calon Lurah Ponpes Betek Sampaikan Visi Misi

Ponpesgasek.id—Usai sudah masa khidmah pengurus lama pondok pesantren pondok Pesantren Sabilulrosyad 3 Betek. Kini waktunya berganti kepengurusan yang baru masa khidmah 2022/2023. Di akhir bulan Februari ini segenap elemen santri ponpes betek akan mengadakan Pemilihan Lurah (Pemilur) Raya tahun 2022. Terdapat tiga kadidat yang akan bersaing sehat di pemilihan lurah.

Nomor 1 atas nama Farodlia Laila Fikri mahasiswa jurusan bahasa arab UM, nomor 2 Firdausi Nuzula mahasiswa jurusan teknik tata busana UM, nomor 3 Efi Lailatun Nadhiroh mahasiswa jurusan pendidikan matematika UM.

Penyampaian orasi diselenggarakan di aula lantai 1 ponpes betek pada Kamis (24/2/2022) tepat satu hari sebelum pelaksaan pemilihan. Acara ini dihadiri oleh seluruh santri putri Ponpes Betek sebagai saksi proses orasi para calon lurah periode 2022/2023.

Acara orasi kandidat calon lurah ponpes betek di pandu oleh Putri Nahdliyah sebagai pembawa acara. Acara dibuka dengan membaca ummul kitab, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari mbak Nina Ngazizah selaku lurah pondok masa khidmah 2021/2022. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa ketiga kandidat calon lurah ini merupakan tiga suara terbanyak yang dipilih oleh pengurus.

 “Tidak ada visi misi khusus, yang terpenting ngalir mawon andaikan ada carang (ranting-ranting bambu) seperti rintangan semoga arus yang mendorong kita semakin kuat dan kita sendiri menjadi seorang yang licin atau fleksibel sehingga bersama saling mendukung untuk melewati carang tersebut,” ujar kandidat nomor 1 Farodlia Laila Fikri dalam orasinya.

Orasi dilanjutkan oleh kandidat lurah nomor 2 Firdausi Nuzula, visinya yaitu bergerak bersama dalam mewujudkan santri islami yang bertanggung jawab, dan berjiwa sosial. Sedangkan untuk misinya adalah melanjutkan/ meneruskan kepengurusan sebelumnya. Motto hidup mbak Zula terinspirasi oleh guru MTs nya dulu yaitu kito iku kudu iso rumongso, ojo rumongso iso. Sebuah motto yang memberi makna jadilah orang yang rendah hari jangan sombong dengan apa yang dimiliki.

Diakhir, kandidat nomor 3 Efi Lailatun dalam orasinya mengatakan minim dirinya bisa seperti tahun kepengurusan tahun lalu, kalau mampu berusaha lebih memperbaiki yang sudah baik di ngaos-ngaos dan kebersihan”.  Sedangkan untuk motto hidupnya untul selalu berhusnudzon maring gusti Allah, baik buruk pasti ada hikmahnya.

Setelah ketiga kandidat calon lurah menyampaikan orasinya, sesi berikutnya adalah tanya jawab antara kandidat lurah pondok dan mbak-mbak santri. Semua jawaban yang disampaikan para kandidat bervariasi yang dalam intinya bersama-sama memajukan pondok untuk kedepannya.

Pewarta; Fina Kharisma Musallamah

Editor: Ikbar Zakariya