Ponpesgasek.id – Sebagai salah satu bagian dari pondok pesantren salaf di Jawa Timur, Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek terus eksis dan berkembang. Keberlangsungannya bukan semata-mata karena sosok kiainya yang masyhur, tetapi juga karena di baliknya terdapat niat ikhlas yang tertanam kuat, program-program yang efektif, serta sumber daya manusia yang berkualitas.
Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek dikenal sebagai pondok pesantren yang memiliki semangat nasionalisme yang kuat, menjunjung tinggi persatuan, kerukunan, dan kehidupan berbangsa serta bernegara. Semangat tersebut tidak hanya disampaikan melalui dakwah dan dawuh pengasuh, tetapi juga tercermin dalam perilaku para santri yang menunjukkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Semarak Kemerdekaan di Lingkungan Pesantren
Salah satu kegiatan kebangsaan yang secara rutin dilaksanakan di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek adalah semarak Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai kegiatan digelar untuk menghidupkan suasana kemerdekaan, di antaranya upacara bendera Merah Putih dan berbagai perlombaan kemerdekaan yang diikuti oleh seluruh santri, baik putra maupun putri.
Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan atau rutinitas tahunan. Di lingkungan pesantren, peringatan kemerdekaan menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, mempererat kebersamaan, serta mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Setiap tahun, pondok ini juga selalu menampilkan pentas seni selepas upacara. Beragam pertunjukan ditampilkan, mulai dari atraksi pencak silat, drama, hingga tarian khas Nusantara. Namun, ada satu hal unik yang hampir selalu hadir dalam berbagai kegiatan tersebut, yaitu penampilan Tari Saman khas Aceh.
Hampir di setiap acara besar, Tari Saman selalu ditampilkan, baik dalam upacara HUT RI maupun dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional. Penampilan Tari Saman bukan hanya menjadi pertunjukan seni yang menarik, tetapi juga dapat dimaknai sebagai simbol persatuan dan kerukunan dalam bingkai NKRI.

Aceh adalah bagian dari Indonesia. Karena itu, ketika para santri menampilkan Tari Saman dalam berbagai momentum kebangsaan, terdapat pesan yang ingin terus dirawat: bahwa Aceh merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia dan keutuhan tersebut harus selalu dipertahankan bersama selamanya.
Tari Saman menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman. Setiap daerah memiliki budaya, tradisi, bahasa, dan karakter yang berbeda, tetapi semuanya berada dalam satu rumah besar bernama Indonesia.
Dengan demikian, seni dan budaya dapat menjadi media dakwah kebangsaan. Melalui sebuah tarian, pesan tentang persatuan dapat disampaikan secara sederhana tetapi memiliki makna yang mendalam. Apa yang ditampilkan di hadapan para santri bukan sekadar gerakan yang indah, melainkan juga sebuah pengingat agar kecintaan terhadap daerah tidak menghilangkan kecintaan terhadap Indonesia sebagai satu kesatuan.

Merawat Kerukunan, Mempertahankan Indonesia
Oleh karena itu, mari para aparat negara, pejabat pemerintah, mahasiswa, santri, dan masyarakat pada umumnya kita harus sama-sama untuk menjaga kerukunan dan merawat perdamaian negara kita. Jangan sampai perbedaan kepentingan, perbedaan pandangan, maupun perbedaan identitas justru menjadi alasan bagi bangsa ini untuk terpecah belah.
Menjaga Indonesia bukan hanya tugas pemerintah atau aparat keamanan. Menjaga Indonesia juga merupakan tugas setiap warga negara, termasuk para santri. Caranya dapat dimulai dari hal-hal sederhana: menjaga ucapan, menghormati perbedaan, tidak mudah terprovokasi, serta tidak menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh suasana dan memecah persatuan.
Ketika tari Saman ditampilkan di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, pada akhirnya hal tersebut tidak hanya menjadi simbol kebudayaan Aceh, tetapi juga dapat menjadi simbol bahwa keberagaman daerah merupakan bagian dari kekuatan Indonesia. Aceh harus tetap menjadi bagian dari Indonesia, sebagaimana daerah-daerah lain yang bersama-sama membentuk keutuhan NKRI.
Mari kita jaga kerukunan, kita rawat perdamaian, dan kita pertahankan persatuan. Jangan sampai bangsa yang telah dibangun dengan perjuangan dan pengorbanan panjang justru terpecah karena kepentingan sesaat.
Mari kita pertahankan Aceh bersama-sama. Mari kita pertahankan Indonesia bersama-sama.
Penulis : Fauzan Sidik


baca juga
Upacara HUT RI ke-81, KH. Marzuqi Mustamar: Mari Menjaga NKRI, Merawat Kerukunan
Insan-Insan Pilihan, Istiqamah hingga Syahadah
KH Marzuqi Mustamar: Pendidikan Santri Harus Berorientasi Masa Depan dan Berbasis Teknologi