(Foto. Gasek Multimedia)
Khotib : Ustadz Akhmad Shofi’i, M.Pd.I.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Ma’asyiral muslimin, jemaah salat Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Takwa bukan hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam keseharian, termasuk dalam memilih makanan dan minuman yang kita konsumsi. Apa yang masuk ke dalam tubuh kita akan memengaruhi kesehatan jasmani serta kejernihan hati, yang pada akhirnya berdampak pada diterimanya amal ibadah kita.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Di era modern ini, berbagai jenis makanan bermunculan dengan ragam bentuk dan variannya. Islam mengingatkan kita untuk senantiasa memperhatikan pola makan dengan memilih yang halalan thayyiban (halal lagi baik). Halal menekankan pada keabsahan sumber dan cara mendapatkannya, sedangkan thayyib menekankan pada kualitas, gizi, dan manfaatnya bagi tubuh. Makanan yang halal namun membahayakan kesehatan (seperti berlebihan dalam zat aditif), maka ia tidak lagi masuk dalam kategori thayyib.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 168:
يَا أَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي ٱلْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ ٱلشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ.
(Wahai manusia, makanlah apa yang ada di bumi yang halal lagi baik, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu).
Allah juga berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 31:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَٱشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ.
(Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan).
Ma’asyiral muslimin,
Rasulullah SAW juga telah memberikan teladan dalam pola makan melalui sabdanya:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ٱبْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ.
(Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perut. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat menegakkan punggungnya. Jika harus melakukannya (makan), maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk napasnya). (HR. Ahmad).
Mari kita lebih selektif dengan memeriksa komposisi, kandungan gizi, dan masa kedaluwarsa produk. Jangan sampai kita mengabaikan pola makan sehat yang berujung pada penyakit yang menghambat kita dalam beribadah. Semoga Allah melindungi kita dan memberikan kesehatan agar kita dapat terus beribadah kepada-Nya.
بَارَكَ ٱللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي ٱلْقُرْآنِ ٱلْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ ٱلْآيَاتِ وَٱلذِّكْرِ ٱلْحَكِيمِ.
أَقُولُ قَوْلِي هَٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ ٱللّٰهَ لِي وَلَكُمْ.
Khutbah kedua
ٱلْحَمْدُ لِلّٰهِ، ٱلْحَمْدُ لِلّٰهِ ٱلَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
ٱللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
عِبَادَ ٱللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى ٱللّٰهِ، فَقَالَ ٱللّٰهُ تَعَالَىٰ فِي ٱلْكِتَابِ ٱلْكَرِيمِ:
﴿إِنَّ ٱللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
*Khutbah ini disampaikan pada shalat jumat 12 Dzulhijjah 1447 Hijriah / 29 Mei 2026 di Masjid Nur Ahmad Ponpes Sabilurrosyad Gasek

