Pondok Pesantren Sabilurrosyad Sambut Kedatangan Santri Baru, Teguhkan Komitmen Mencetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

SMAISGA, Malang – Suasana penuh haru dan kebahagiaan mewarnai hari pertama kedatangan  santri baru putra-putri SMP-SMA di Pondok Pesantren Sabilurrosyad. Ratusan santri bersama orang tua hadir untuk melangitkan harap dan cita untuk kelangsungan pendidikan putra dan putri mereka.  Kedatangan para santri disambut hangat oleh keluarga besar Pondok Pesantren Sabilurrosyad. Momen ini menjadi awal perjalanan para santri dalam menuntut ilmu agama dan ilmu umum di lingkungan pesantren Sabilurrosyad. Di tempat yang mengedepankan pendidikan karakter, spiritualitas, serta akhlak mulia.

Para santri dan wali santri mengikuti rangkaian proses penerimaan oleh pihak pesantren dan sekolah. Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Dr. KH. Muhibbin, M.Hum., mengucapkan, “Ahlan wa Sahlan” kepada seluruh santri dan wali santri. Beliau menyampaikan “rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Sabilurrosyad untuk mendidik putra-putrinya.Kami berkomitmen mengantarkan anak-anak menjadi pribadi yang saleh, memiliki kemampuan yang baik, spiritualitas yang kuat, serta akhlak yang mulia. Harapan kami, ketika mereka kembali ke tengah masyarakat, mereka menjadi anak yang hormat kepada orang tua, guru, kiai, dan sesama,” tuturnya.

Beliau juga berharap para santri mampu menjaga kekhasan budaya pesantren dengan menaati seluruh aturan yang berlaku. Menurutnya, keberhasilan pendidikan di pesantren tidak dapat dicapai hanya oleh satu pihak, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh elemen, mulai dari pengasuh, guru, pengurus, wali santri, hingga para santri itu sendiri.

Sementara itu, Agus Kaffa Ainul Aziz, M.Pd selaku pengasuh pondok SMP-SMA Putra Sabilurrosyad menegaskan komitmen Pondok Pesantren Sabilurrosyad untuk terus mengembangkan kualitas pendidikan serta seluruh aspek kehidupan pesantren agar mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan.

Pada kesempatan yang sama, sebagai penutup dan pamungkas serta penerimaan secara resmi dari kegiatan ini, Pimpinan Umum pondok pesantren Abah DR. KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag memberikan pesan kepada seluruh santri “agar memanfaatkan masa belajar di pesantren dengan sungguh-sungguh”. Selain memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, para santri juga diharapkan mengalami peningkatan akhlak kepada guru dan orang tua serta tetap berpegang teguh pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Beliau menekankan pentingnya keberkahan ilmu melalui sanad keilmuan yang tersambung kepada para ulama. Dengan analogi aliran listrik, beliau menjelaskan bahwa “lampu sebesar apa pun tidak akan menyala apabila tidak tersambung dengan sumber listrik. Demikian pula ilmu, sebesar apa pun ilmu seseorang tidak akan membawa manfaat dan keberkahan apabila tidak tersambung dengan keberkahan para ulama. Melalui pesantren dan para kiai, kita menyambungkan ilmu kepada para ulama Nahdlatul Ulama, Wali Songo, Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Imam Syafi’i, hingga para sahabat Nabi. Dari sambungan itulah, ilmu menjadi penuh keberkahan,” pesan beliau.

Pondok Pesantren Sabilurrosyad sendiri mengembangkan pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dengan pendidikan diniyah khas pesantren. Seluruh guru berkomitmen mendampingi proses belajar santri secara bertanggung jawab, baik dalam bidang akademik maupun pembinaan karakter. Dengan semangat kebersamaan antara pesantren, wali santri, dan seluruh elemen pendidikan, Pondok Pesantren Sabilurrosyad optimistis dapat terus melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam akidah Aswaja, mulia dalam akhlak, serta siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.